Siapa yang Anda Percayai?
Setiap orang menaruh kepercayaan mereka pada sesuatu—baik mereka menyadarinya atau tidak. Ada yang percaya pada kekuatan pikiran, ada yang percaya pada kekayaan, ada pula yang menggantungkan hidup pada kemampuan diri sendiri. Namun, firman YHWH menantang kita untuk menjawab satu pertanyaan penting: Siapa yang benar-benar Anda percayai?
Kepercayaan bukan sekadar kata-kata atau pernyataan mulut. Itu adalah sikap hati yang terlihat dari arah hidup kita. Di masa-masa sulit, kepada siapa kita berpaling? Saat keputusan besar harus diambil, suara siapa yang kita dengarkan?
Mereka yang Percaya pada Diri Sendiri
Firman memperingatkan bahwa orang yang mengandalkan kekuatan manusia adalah orang yang terkutuk:
"Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari TUHAN." (Yeremia 17:5)
Kepercayaan pada diri sendiri, kepandaian, koneksi, atau kekayaan adalah bentuk kesombongan rohani. Itu adalah penyembahan tersembunyi kepada daging. Akarnya adalah ketidakpercayaan kepada YHWH.
Mereka yang Percaya kepada YHWH
Namun, ada janji luar biasa bagi orang yang menaruh kepercayaannya kepada YHWH:
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air... daun-daunnya tetap hijau dan tidak khawatir dalam tahun kering, dan tidak berhenti menghasilkan buah." (Yeremia 17:7-8)
Kepercayaan kepada YHWH bukan hanya membuat kita kuat saat badai datang, tetapi juga memampukan kita untuk terus berbuah dalam segala musim. Orang yang percaya kepada Tuhan hidup dalam ketenangan ilahi, karena ia tahu siapa Penopangnya.
Siapa yang Anda Ikuti?
Kepercayaan akan menentukan arah hidup. Banyak orang berkata mereka percaya kepada Tuhan, tetapi hidup mereka dikendalikan oleh ketakutan, kekhawatiran, dan keinginan dunia. Ini adalah saat untuk menguji dasar iman kita.
Yesus Kristus berkata:
"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku." (Yohanes 10:27)
Mengikuti Yesus berarti mempercayai-Nya dalam segala hal—baik masa depan, keuangan, hubungan, maupun panggilan hidup. Tanpa kepercayaan sejati, kita tidak mungkin hidup dalam ketaatan sejati.
Penutup: Serahkan, Percaya, Taat
Tuhan memanggil umat-Nya untuk berpaling dari segala bentuk kepercayaan palsu dan kembali menaruh kepercayaan mereka hanya kepada-Nya. Bukan pada perasaan, bukan pada rencana manusia, tapi kepada Firman-Nya yang teguh dan Roh Kudus yang memimpin.
Hari ini, periksa hatimu: kepada siapa engkau sungguh-sungguh percaya?
Sebab iman yang sejati akan menghasilkan kehidupan yang sejati. Dan orang yang percaya kepada YHWH tidak akan pernah dikecewakan.
Kembali ke Topik Bahasan

