Apakah Kekayaan Merupakan Tanda Berkat dari Tuhan atau Ujian bagi Orang Kristen?
Tidak semua kekayaan adalah bukti bahwa seseorang diberkati oleh Tuhan. Harta yang melimpah tidak selalu mencerminkan perkenanan ilahi. Alkitab mengajarkan bahwa iblis pun mampu menawarkan kemakmuran materi kepada mereka yang tunduk kepadanya. Namun, harga yang harus dibayar sangatlah mahal – yaitu jiwa seseorang.
Matius 4:8-9 mencatat bahwa iblis pernah menawarkan seluruh kerajaan dunia dan kemuliaannya kepada Yesus jika saja Ia mau menyembahnya. Ini menunjukkan bahwa sistem dunia bisa memberikan kekayaan, tetapi bukan dari Tuhan. Kekayaan yang berasal dari si jahat akan membawa kehancuran bagi jiwa.
Namun, ini tidak berarti bahwa Tuhan tidak dapat mempercayakan kekayaan materi kepada umat-Nya. Dalam Alkitab, kita melihat tokoh-tokoh seperti Abraham, Daud, dan Salomo yang diberkati dengan kelimpahan harta oleh Tuhan. Tetapi Tuhan tidak pernah memberikan kekayaan secara sembrono. Berkat finansial dari Tuhan selalu disertai dengan proses pembentukan hati dan karakter.
Kekayaan dari Tuhan Disertai dengan Pembentukan Karakter
Tuhan memproses anak-anak-Nya terlebih dahulu sebelum mempercayakan berkat materi yang besar. Ia tidak akan mencurahkan kekayaan kepada seseorang yang belum siap secara hati, karakter, dan integritas. Karena bila tidak, kekayaan itu sendiri akan menjadi jerat dan menghancurkan hidup orang tersebut.
Kekayaan dari Tuhan akan memuliakan Tuhan, membangun sesama, dan menjauhkan seseorang dari kesombongan dan kemegahan diri. Sebaliknya, kekayaan yang berasal dari si jahat akan melahirkan buah-buah kesombongan, kemegahan duniawi, dan kecenderungan untuk merendahkan orang lain.
Ujian dalam Kekayaan
Bahkan ketika Tuhan memberikan kekayaan, itu pun bisa menjadi ujian. Ujian bukan hanya datang melalui penderitaan, tetapi juga melalui kelimpahan. Apakah seseorang tetap rendah hati, tetap taat, tetap murah hati, dan tetap mengandalkan Tuhan saat diberkati? Inilah yang membedakan hati yang setia dari yang tidak setia.
Amsal 30:8-9 berkata, “...jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan; cukupkanlah aku dengan makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu?” Kekayaan dapat membuat seseorang lupa akan Tuhan jika hati tidak dijaga.
Mengenali Asal Kekayaan dari Buahnya
Buah dari kekayaan yang berasal dari Tuhan akan terlihat dalam kehidupan seseorang. Tidak mungkin seseorang yang berkatnya dari Tuhan memiliki hati yang congkak, gemar memamerkan harta, dan merendahkan orang lain. Kekayaan dari Tuhan selalu menghasilkan buah Roh: kasih, kemurahan, kerendahan hati, dan belas kasihan.
Kesimpulan
Kekayaan bisa menjadi berkat dari Tuhan jika diberikan sesuai dengan kehendak-Nya dan kepada pribadi yang telah diproses untuk memikulnya dengan tanggung jawab rohani. Namun kekayaan juga bisa menjadi ujian, bahkan kutuk, jika berasal dari sistem dunia dan tidak dipakai untuk kemuliaan Tuhan.
Biarlah kita tidak hanya mengejar kekayaan, tetapi terlebih mengejar hati Tuhan. Dan bila Tuhan mempercayakan kita kekayaan, kiranya kita tetap rendah hati, setia, dan menjadi saluran berkat bagi Kerajaan-Nya.
Soli Deo Gloria
Kembali ke Pertanyaan Yang Sering Diajukan

