Apakah Kekristenan Memperbolehkan Euthanasia atau Bantuan untuk Mengakhiri Hidup?

Orang-orang Kristen terkadang terpikat untuk mendukung bunuh diri dengan bantuan dan euthanasia, karena percaya bahwa hal tersebut adalah tindakan yang penuh kasih. Namun, apa yang Alkitab katakan tentang hal ini?

Kesucian Hidup Manusia

Dasar utama dari etika Alkitabiah adalah kesucian hidup manusia. Manusia diciptakan secara unik menurut gambar dan rupa Allah:

Kejadian 1:27
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Gambar Tuhan ini tidak bergantung pada seberapa tua, muda, sehat atau sakitnya seseorang. Semua manusia sama berharganya di hadapan Tuhan. Ini berarti bahwa tidak ada seorang pun yang berhak mengambil nyawa manusia secara sengaja, sebab hal itu adalah serangan terhadap gambar Allah itu sendiri.

Larangan Pengambilan Nyawa

Alkitab secara eksplisit melarang pembunuhan:

Kejadian 9:6 (ESV)
“Barangsiapa yang menumpahkan darah manusia, darah manusia akan ditumpahkan oleh manusia itu sendiri. Sebab Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.”

Keluaran 20:13
“Jangan membunuh.”

Kata “membunuh” di sini mengacu pada pembunuhan yang disengaja dan direncanakan, bukan pembunuhan yang terjadi dalam konteks peperangan, pembelaan diri, atau kecelakaan.

Pembunuhan yang Disengaja dan Hukumnya

Keluaran 21:12-14 (AYT)
“Siapa pun yang menyerang seseorang dengan pukulan yang fatal harus dihukum mati. Namun, jika hal itu tidak dilakukan dengan sengaja, tetapi Tuhan mengizinkan hal itu terjadi, mereka harus melarikan diri ke tempat yang akan Kutentukan. Namun, jika ada orang yang merencanakan dan membunuh seseorang dengan sengaja, orang itu harus diambil dari mezbah-Ku dan dihukum mati.”

Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan membedakan antara pembunuhan yang disengaja dan yang tidak disengaja. Namun, euthanasia adalah tindakan yang disengaja dan direncanakan untuk mengakhiri kehidupan, sehingga termasuk dalam kategori pembunuhan yang dilarang Tuhan.

Euthanasia adalah Pelanggaran terhadap Gambar Allah

Euthanasia, termasuk bentuknya yang disebut "bantuan untuk mengakhiri hidup", adalah penghancuran yang disengaja terhadap seseorang yang diciptakan menurut gambar Tuhan. Oleh karena itu, tindakan ini bukan saja melanggar hukum moral Allah, tetapi juga merupakan bentuk pemberontakan terhadap otoritas-Nya sebagai Pemberi dan Pemilik hidup.

Kekristenan mengajarkan bahwa hidup dan mati berada di tangan Tuhan, bukan di tangan manusia. Dalam penderitaan, sekalipun berat, ada maksud ilahi yang sering kali tidak bisa dipahami oleh logika manusia. Kehidupan bukan milik kita untuk diakhiri, tetapi milik Tuhan untuk digenapi menurut waktu dan tujuan-Nya.

Kesimpulan

Meskipun niat untuk meringankan penderitaan mungkin terlihat mulia, euthanasia tidak pernah sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita dipanggil untuk menjaga, mengasihi, dan menghormati kehidupan manusia, bukan mengakhirinya secara paksa. Dalam penderitaan, Tuhan hadir untuk menopang, menghibur, dan menyatakan kuasa-Nya.

“Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:37)

Soli Deo Gloria