Apakah Kekristenan Memperbolehkan Aborsi dalam Situasi Tertentu?
Alkitab tidak secara eksplisit menggunakan kata “aborsi”, tetapi dengan sangat jelas menyampaikan nilai dan kekudusan kehidupan manusia sejak dalam kandungan. Tuhan melihat kehidupan sebagai sesuatu yang dimulai sejak saat pembuahan, dan Dia memandang pribadi yang belum lahir sebagai makhluk hidup yang dikasihi dan dikenal-Nya. Oleh karena itu, aborsi adalah tindakan yang tidak berkenan di mata Tuhan, karena ia mengambil kehidupan yang telah Tuhan bentuk dan kenal.
Kesaksian Firman tentang Kehidupan dalam Kandungan
Mazmur 139:13-16 menuliskan:
“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak tersembunyi bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.”
Ayat ini menunjukkan bagaimana Tuhan secara pribadi dan intim menciptakan kehidupan di dalam rahim. Tidak ada kehidupan yang terjadi secara kebetulan—setiap pribadi dijalin dengan maksud dan rencana surgawi.
Panggilan Sejak Kandungan
Yeremia 1:4-5 menuliskan:
“Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: ‘Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau; Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.’”
Yesaya 49:1 juga berkata:
“TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan, dari perut ibuku Ia telah menyebut namaku.”
Kedua nabi ini menyatakan bahwa Tuhan mengenal dan menetapkan mereka sebelum mereka dilahirkan. Hubungan pribadi antara Tuhan dan manusia dimulai bahkan sebelum kelahiran fisik.
Kesaksian dalam Perjanjian Baru
Dalam Lukas 1:41-44, dikisahkan bahwa bayi di dalam kandungan Elisabet—Yohanes Pembaptis—melonjak kegirangan ketika Maria, yang sedang mengandung Yesus, datang menemuinya. Ini menunjukkan bahwa bahkan dalam rahim, ada respons rohani terhadap hadirat Mesias. Kehidupan dalam kandungan bukanlah potensi, tetapi realitas yang utuh dalam rencana Tuhan.
Kesimpulan
Berdasarkan kesaksian Alkitab dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, jelas bahwa kehidupan dimulai sejak dalam kandungan dan sangat bernilai di mata Tuhan. Tuhan adalah Pencipta kehidupan, dan hanya Dia yang memiliki otoritas atasnya. Oleh karena itu, aborsi—dalam keadaan apa pun—bukanlah pilihan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Kehidupan adalah karunia yang kudus. Sebaliknya dari mencabut kehidupan, Kekristenan memanggil kita untuk melindungi, mengasihi, dan mendampingi mereka yang berada dalam kesulitan atau kebingungan, termasuk para ibu yang mengalami pergumulan berat. Kasih dan belas kasihan Tuhan tersedia bagi semua orang, dan Dia sanggup menopang setiap pribadi melalui jalan hidup yang penuh tantangan—selalu dalam kebenaran dan kasih karunia.
Soli Deo Gloria
Kembali ke Pertanyaan Yang Sering Diajukan

